Nun jauh di timur sana, di kota Djokja di sebuah pasar tradisional Bering Harjo banyak kita temui kaum wanita yang sudah [sangat] jauh dari kata muda bersliweran kesana kemari sambil memanggul beban dipunggungnya. Ya, mereka adalah para kuli gendong yang menyediakan jasa angkut dari lokasi terdekat dengan pasar tsb.
Wajah-wajah penuh peluh tapi hampir tanpa keluh kesah, hampir saja air mata ini menetes manakala wajah-wajah tersebut berganti dengan bayangan wajah ibu dan nenekku. Tak kuasa rasanya membayangkan bagaimana beratnya beban hidup di”pundak” mereka. Dilain tempat disaat para wanita seusia mereka menikmati masa tuanya dengan berisitirahat di rumah, menimang cucu, cicit mereka… tapi disini, di pasar ini mereka harus tetap bertarung dengan kerasnya hidup. Mereka masih saja mengagunggkan kemandirian tiada batas, tidak mau merepotkan orang lain atau bahkan keluarga mereka sendiri.
Andai saja dibumi ini dipenuhi dengan insan yang penuh dengan semangat kemandirian… mungkin saja bangsa ini tidak akan pernah mengalami kala bendu atau masa susah seperti sekarang ini.
Yah, kemandirian sebetulnya tidaklah mahal… bisa dimulai dari kita sendiri, bisa dimulai dari hal-hal kecil yang bisa kita kerjakan sendiri.
Malu rasanya menatap para kuli gendong itu berlama-lama… Ibu… Nenek… sekalian yang ada di pasar Bering Harjo dan tempat lainnya, terima kasih atas tauladan kemandirian ibu sekalian… ijinkan cucumu ini melakukan kemandirian untuk hal lain di tempat lain. Salam sejahtera….